Politisi Partai Golkar, Barthel Usin Sebut Ben Ujang Wakili Suara Masyarakat Kalteng

Politisi Partai Golkar, Barthel Usin Sebut Ben Ujang Wakili Suara Masyarakat Kalteng
Barthel B. Usin, Politikus Partai Golkar DPD Provinsi Kalimantan Tengah

PALANGKA RAYA – Barthel B. Usin yang sekarang masih aktif sebagai Kader dan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah,  dan masih menjabat sebagai wakil ketua di partai pohon Beringin pada tahun 2019.

Pada saat pemilihan Legisdlatif tahun 2019, beliau (Barthel B. Usin) pernah sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) nomor Urut 5 (Lima) daerah pemilihan (Dapil) V , namun suaranya tidak bisa mendudukan sebagai Legislatif.

Peran sertanya dalam kepengurusan di tubuh partai DPD Partai Golkar Kalteng tidak diragukan lagi, hal ini seperti diceritakannya kepada media ini, siang Senin, (09/11/20) di posko relawan Ben Ujang, Kriwil Palngka Raya.

“Ssaya di Partai Golkar DPD Kalteng sebagai Wakil Ketua Provinsi, dan terakhir saya tidak tahu apakah saya di resafile  sejak adanya Pilkada, dan saya yang paling gigih merekomendasikan Abdul Razak, karena tidak merekomendasikan sugianto, karena Golkar ditinggalkannya saat Pilkada lalu, namun ini semua kehendak pusat”  katanya.

Barthel menyebutkan kenapa dia tidak satu arah politik dengan bakal calon gubernur nomor urut dua sekarang, H. Sugianto Sabran dan H. Edy Pratowo. Hal itu ada penilaian tersendiri baginya, menurutnya karena tidak sesuai hati nuraninya,  dan juga sebagai putra daerah.  

Yang dilihatnya tidak searah pemikirannya, serta program yang pro rakyat kalteng hanya Ben Brahim S. Bahat  dan H. Ujang Iskandar.

“Yang searah dalam pemikiran saya yang programnya pro Rakyat Ben Ujang saja,” ungkap Barthel B. Usin ini kepada Media ini.

Politisi golkar yang pernah mencaleg ini menilai hasil Debat Publik kemarin, Sabtu tanggal 7 November 2020 yang telah dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng bekerjasama dengan TVRI Kalteng, jauh dari harapan yang diharapkan masyarakat Kalteng.

Berharap kedua Paslon, baik paslon satu ataupun dua seharus mengadukan program yang akan dilaksanakan untuk lima tahun kedepan namun yang terjadi mencerminkan sosok pemimpin yang tidak baik untuk dicontohkan, meluapkan emosi yang tidak meperlihatkan sebagai seorang pemimpin.

“Melihat hasil debat publik kemarin, saya menilai pak Sugianto yang masih definitif sebagai Gubernur Kalteng, seharusnya mendidik bagaimana cara yang baik, malah dia sering diingatkan oleh anak buahnya saat ini,” paparnya

Barthel secara pribadi menilai secara kuantitas jauh beda dari paslon urut satu Ben Brahim S. Bahat dan Ujang Iskandar, secara kualitas sangat jauh, secara program yang didebatkan itu jauh lebih pada nomor satu yaitu Ben Brahim dan Ujang Iskandar.

“Secara Kuantitas dan Kualitas, Ben Barhim dan Ujang Iskandar jauh dari nomor urut satu, baipun itu program yang akan dibawakan lima tahun kedepan, dan hal ini terlepas peran saya mendukung paslon nomor urut satu tapi sebagai warga negara,” imbuhnya.

Tentunya ini mempertegas bahwa pasangan Ben Brahim S. Bahat dan H. Ujang Iskandar mendapat simpati dari masyarakat Kalteng,  saat pelaksanaan Debat Publik yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Ben Brahim S. Bahat dan H. Ujang Iskandar adalah sosok yang jenius dan berpengelaman dalam pemerintahan, dan mereka berdua merupakan perwakilan suara masyarakat Kalimantan Tengah yang ingin adanya perubahan dalam kepemimpinan,” terang Politikus ini menutup pembicaran.

(//indra)