Sebarkan Berita Bohong 'Jembatan Gantung Upon Hampir Roboh', DH Meminta Maaf

Sebarkan Berita Bohong 'Jembatan Gantung Upon Hampir Roboh', DH Meminta Maaf

Sebarkan Berita Bohong ‘Jembatan Gantung Upon Hampir  Roboh’, DH Meminta Maaf

PALANGKA RAYA – Entah apa yang dibenak DH sehingga membuat berita gambar di youtube, dengan judul ‘Viral, Jembatan Gantung Upon Hampir Roboh’. Video yang diopload tanggal 16 Oktober 2020 pukul 17.07 Wib mengambarkan situasi jembatan gantung berada di kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Terlihat kondisi jembatan yang diambil dengan menggunakan ponsel, memperlihatkan jembatan yang kondisinya baru selesai dibangun dan beberapa sudut jembatan, baik tiang serta tali penyanggah angin dengan kondisi baik.

Namun yang sangat disayangkan, dalam video tersebut terdapat logo sebuah media online yang diketahui berkantor di Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam video tersebut diiringin kalimat yang menyatakan bahwa Jembatan Upon dengan pelaksana pekerjaan PT. Bayu Tirta Kecana Pusat Palangka Raya dengan menyebutkan nilai kontrak pekerjaan Rp. 6.289.411.015,-  dan pemilik perusahaan H. Paryanto.

Diketahui penyebar dan pembuat video di Youtube tersebut merupakan salah satu oknum wartawan online yang berinisial DH, wartawan yang berkantor di Provinsi Kalimantan Selatan.

Paryanto pemilik perusahaan PT. Bayu Tirta Kecana Pusat Palangka Raya, yang namanya dicaplok merasa sangat keberatan atas perbuatan DH, yang menyembutkan bahwa perusahaan dia yang mengerjakan pekerjaan yang di opload DH. Menurutnya itu bukan Perusahaan PT. Bayu Tirta Kencana dan nilai yang dikerjakan juga tidak seperti yang DH sebarkan.

“Nama baik perusahaan saya di jelekkan oleh oknum DH ini, dan juga apa yang dikatakan bahwa Jembatan Upon Batu Hampir Roboh, itu sangat tidak mendasar dan fitnah,” tegas H. Paryanto.

Dijelaskannya, jembatan Upon Batu itu merupakan harapan masyarakat desa Tumbang Manangge kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas, untuk bisa mendapatkan akses transportasi maka pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengajukan kekementerian PUPR,  membuat jembatan gantung untuk mempermudah akses kejalan poros kabupaten Gunung Mas, desa Tumbang Manangge berada disebelah sungai Kahayan, sehingga selama ini kalau mau kejalan poros harus menggunakan perahu kelotok atau sampan.

Selain itu, desa tumbang manange memiliki objek pariwisata Bukit Batu Suli yang juga merupakan andalan pariwisata di Kabupaten Gunung Mas, yang juga ada situs budaya adat suku Dayak.

Terbangunnya pembangunan Jembatan Upon Batu, dengan nilai pekerjaan Rp. 5.657.000.000,- ( Lima Milyar Enam Ratus Lima Puluh Tujuh Juta Rupiah ) dengan kontraktor pelaksana CV. Bayu Duta Pratama Pusat Palangka Raya, dana berasal dari dana APBN tahun 2019 melalui Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Kalimantan Tengah.

Bidu Erang, ST,MT yang saat itu menjabat sebagai Kasatker PJN Wilayah II Prov. Kalteng, menjelaskan bahwa jembatan Upon Batu sudah diserah terimakan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, tertanggal 1 September 2020. Sebelumnya sudah melalui mekanisme  uji lab ketahanan kontruksi dan administrasi lainnya, sehingga diharapkan setelah penyerahan pihak pemkab Gunung Mas bisa menjaga dan merawat jembatan Upon Batu.

“Sebelum diserah terimakan kepada pihak kabupaten, kita sudah uji lab jembatan gantung yang telah dibangun, ada beberapa jembatan gantung yang kita bangun di Kalteng dan termasuk jembatan Upon Batu ini,” kata Bidu Erang.

Sementara itu, Hartani wartawan TVOne Biro Kalimantan Tengah dan juga Penasehat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan tengah, sangat menyayangkan olah oknum DH yang mengopload video tanpa dasar hukum UU Pers dan kode etik wartawan. Menurutnya wartawan itu dalam memuat dan mempublikasikan berita harus mendasar, sesuai fakta, nara sumber yang jelas,  kredibel,  serta akurat dalam pemberitaan bukan asumsi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Menyingkapi oknum DH, saya merasa prihatin dan menyesali atas perbuatannya yang mengatas namakan wartawan, seorang waratawan berpendoman UU Pers tahun 1999 dan kode etik. Walaupun memuat foto dan gambar bukan dalam berita tetapi mengatasnamakan media, tentunya harus berdasar, apabila itu Cuma asumsinya tanpa nara sumber jelas, tetapi fakta dilapangan tidak sesuai, itu sudah pelanggaran dan dapat masuk ranah pidana,” terang wartawan senior ini.

Dengan rasa penyesalan, DH meminta maaf dan menyesali atas perbutannya dan berjanji membantu memperbaiki kesalahannya.

(//indra)