Tokoh Pemuda, Yusuf Roni Hunjun Huke: Lembaga Survey Pilgub Kalteng Menuai Pro dan Kontra

Tokoh Pemuda, Yusuf Roni Hunjun Huke: Lembaga Survey Pilgub Kalteng Menuai Pro dan Kontra

PALANGKA RAYA – Menyingkapi maraknya beredar rilis beberapa hasil Lembaga Survey terhadap hasil Polling Kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal ini tentunya menuai Pro dan Kontra ditengah - tengah masyarakat, apabila tidak disikapi dengan baik, akan menimbulkan kegaduhan.

Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Kalteng yang akan dilaksanakan , 9 Desember 2020 nanti, akan menentukan nasib masyarakat Kalteng kedepannya. Tentunya nanti diharapkan pemimpin yang benar - benar sosok yang bisa membawa masyarakat Kalteng, lebih sejahtera dan bermartabat serta bisa menjaga kearipan lokal budaya Dayak khususnya.

Salah satu Tokoh Pemuda Kalteng dan Pengamat Politik, Yusuf Roni Hunjun Huke menyampaikan Rilis terkait maraknya beredarnya hasil Polling dari Lembaga Survey Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kalteng.

“Pagi ini saya akan menulis menurut opini pribadi saya terkait rilis beberapa hasil lembaga survei yang banyak menuai pro kontra antar pendukung paslon 1 & 2 Pilgub Kalteng, saya menulis menurut kacamata saya sendiri karena saya bukan anak muda kemaren sore dalam mengikuti politik praktis, baik sebagai tim maupun hanya sebatas pendukung saja.

Saya menulis ini sebagai bagian cutter attack paslon nomor 1 yaitu bapak Ben Brahim S. Bahat & H. Ujang Iskandar (Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah), namun meski begitu tetap secara profesional alasan saya membuat semacam klarifikasi atau pembelaan terhadap hasil survei yang dimana keunggulan berada pada paslon yang saya dukung ini, dengan beberapa analisa dan argumen yang dapat masuk akal sehat kita.

Saya akan mengulasnya dari dua sudut pandang yang berbeda begini :

Pertama, Gambar dibawah ini adalah liris hasil dari lembaga survei INDIKATOR POLITIK dan MAGNA CHARTA INDONESIA CONSULTING GROUP, kedua lembaga survei ini merupakan lembaga survei tingkat nasional, contohnya Indikator yang dipimpin oleh BURHANUDIN MUHTADI sebagai Direktur Eksekutifnya (tentunya diantara kita kalo suka nonton TVONE & METROTV akan sering melihat wajah beliau yang smart dan terukur dalam menyampaikan hasil surveinya) bagi yang belum pernah menontonnya di televisi baik live maupun tunda, silahkan buka YOUTUBE dan searching INDIKATOR/BURHANUDIN MUHTADI. Hasil surveinya jarang meleseet!

Saya sangat percaya dengan kedua lembaga survei dibawah ini, mereka bukan lembaga survei kemaren sore atau abal-abal, mereka bukan menyebarkan berita hoax atau berupaya menggiring opini, lembaga survei ini dapat mempertanggungjawabkan hasilnya kpd publik

Lembaga survei ini saya sudah ikuti sejak SBY dua kali terpilih sebagai Presiden dan JOKOWI dua kali pula terpilih sebagai Presiden, artinya sudah sejak puluhan tahun silam, sejak saya masih mahasiswa saya sudah terbiasa sebagai pengamat atas hasil survei mereka, mereka sudah melakukan survei ratusan kali dalam pemilu baik tingkat pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota di negara ini. Dan saya mengidolakan lembaga survei ini sebab seperti kata saya diatas bahwa hasil yang mereka liris berupa survei maupun quick count nya is true!.

Kedua, Kemudian ada pula hasil survei yang beredar akhir-akhir ini yang saya baru saja liat nama lembaga surveinya, dan mungkin baru dilahirkan saja, hasil surveinya pun terlalu ambisius banget, gap nya terlalu jauh, secara akal sehatku sebagai anak muda yang selalu terlibat aktif dalam pilkada di bumi Tambun Bungai ini sejak 2004 bapak Agustin Teras Narang sebagai Gubernur Kalimantan Tengah yang dipilih secara langsung oleh rakyat Kalteng, saya tak pernah alpa dalam melihat dan menganalisa hasil survei, dan saya belum pernah melihat lembaga-lembaga survei tersebut.

Saya sih tidak mengatakan hasil rilis lembaga survei diluar Indikator dan Charta tersebut adalah Hoax, tidak. Cuma saya meragukan saja, sebab apa yang disajikan sangat jauh bedanya dengan aspirasi rakyat kalteng yang mayoritas menginginkan perubahan, saya ragukan itu karna ada diantara lembaga survei tersebut yang sama seperti pilpres lalu merilis hasil surveinya ternyata hasilnya jauh sekali terus hanya buat gaduh masyarakat saja, juga capres saat itu ada yang hampir ngamuk akibat ketipu oleh hasil quick count lembaga survei yang dimana beliau diunggulkan namun ternyata kalah telak mas bro. Wadaww atit ah!.

Pahari, saya hanya berharap agar setiap konsultan politik atau pun lembaga survei mari rilis yang sebenar-benarnya, jangan karena sudah dibiayai oleh paslon tertentu atau apalagi kalau surveinya mandiri, lalu hasilnya sangat jauh gapnya dan tidak sesuai fakta lapangan, kasian lembaga survei kalian gak bakalan dipakai lagi oleh pemerintah atau paslon karena tidak mencerminkan yang sebenarnya. Kehilangan periuk nasi jadinya.

Saya hanya berharap siapapun yang terpilih sebagai pemimpin bumi Tambun Bungai tanggal 9 Desember 2020 adalah yang mewakili mayoritas mandat rakyat kalteng, lembaga survei agar bisa menyajikan fakta riil, agar tidak menimbulkan pro kontra, sehingga kalteng tetap dalam kesejukan dan kedamaian, jangan ada paslon yang ngamuk-ngamuk gara-gara dikibulin lembaga survei seperti capres yang aku bilang tadi, saya tidak ingin kalteng chaos gara-gara gawai 5 tahunan ini, kasian rakyat jadi korban, jika tak merasa puas hasilnya kelak silahkan tempuh jalur secara konstitusi, jangan ada aksi-aksi premanisme dibumi Isen Mulang, tetap jaga filosopi huma Betang, Kalteng yang kaya untuk kita semua".

 Yusup Roni Hunjun Huke : Bidang Kampanye BENANG KALTENG/Korwil SERBU Tenga

(//indra)